Langsung ke konten utama

Beranda

Selamat Datang di Cermin Warna

Assalamualaikum w w


Cermin Warna mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pembaca setia artikel psikologi pada Cermin Warna. Seterusnya Cermin Warna akan terus menyajikan informasi-informasi umum dan psikologi yang bermanfaat sehingga menjadi inspirasi semua orang dari semua kalangan.

Banyak terimakasih pula pada semua yang sudah percaya untuk menjadikan Ruang Curhat Cermin Warna sebagai wadah untuk berbagi keluh kesahnya. Cermin Warna akan terus menjaga profesionalitas dalam memfasilitasi pengunjung sehingga merasa nyaman dalam kehidupannya.

dapatkan informasi psikologi seputar kehidupan sehari-hari dengan klik tombol dibawah ini...




kamu juga bisa konsultasi gratis secara online dengan klik tombol curhat dibawah ini...




Terimakasih dan salam hangat dari Cermin Warna :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Baca doank kok sebel ?

Pernah ngak sih merasa bosan, BETE atau jengkel saat membaca postingan orang lain di sosial media? Kok lama-lama kalau baca status di timeline bikin kesel ya? Ngak bisa apa orang ngomong langsung aja? Ngak usah ngomel-ngomel kali di sosial media, bosen tau bacanya. Dasar anak alay, status kok galau. Bla… Bla… Bla…
Terkadang kita ikut terbawa merasakan emosi penulis postingan saat berselancar di sosial media. Namun sebelum kita bahas KENAPA? Mari kita teliti lagi "apa sih sosial media itu?". Pertama media adalah salah satu alat komunikasi yang sangat universal. Misalnya manusia menggunakan media bahasa untuk berkomunikasi dengan sesamanya, seorang pelukis dengan media kanvas untuk menyampaikan lukisannya atau wartawan dengan media tulisan menyampaikan berita atau isi pikirannya. Nah, sosial media merupakan media yang digunakan untuk

Karena manusia itu bukan robot

Ada yang sudah pernah belum baca arikel ini "karena kita semua pernah menggambar dua gunung dengan matahari dan sawah bagaimana sekolah membunuh bakat kreatif kita?". Mungkin ada yang langsung terdiam atau bahkan marah dengan sistem pendidikan atau miris melihat kenyataan yang ada??? Saya juga termasuk orang yang terusik saat membaca artikel ini. Rasanya sangat tidak nyaman mengetahui fakta kelam pendidikan di Indonesia. 

Saya akan mulai dengan beberapa nilai-nilai. Kreativitas , bakat, moral, perilaku terpuji tidak bisa disamakan dengan bongkahan lilin atau satu kotak lego yang bisa dibentuk sesuka hati oleh pembuatnya. Manusia sudah dianugerahi berbagai bakat, kreativitas, dan moral yang berbeda-beda. Memang benar ada guru yang kaku

Pilih jadi penggerutu atau pecinta???

Pernahkah kita membaca lagi berulang-ulang kalimat yang akan diposting di media sosial? atau sekedar mengecek ulang komentar-komentar yang dilontarkan pada orang lain melaui media sosial? Bahagiakah kita setelah mempublikasikan sisi jelek orang lain di Media?
Terkadang banyak sekali ide atau masalah yang menggelitik kita untuk berkomentar. Banyak cerita yang membuat kita terpicu untuk berpendapat. Nah, tempat yang paling aman dan memiliki jejaring yang luas yaitu sosial media. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, sosial media menganut azas kebebasan dalam berkomentar. Karena mungkin pada