Langsung ke konten utama

Postingan

Hati nurani seorang pengajar

Kalau kita lihat dalam kamus besar Bahasa Indonesia didik, mendidik artinya memelihara dan memberikan latihan. Mendidik mengandung nilai mengalirkan ilmu kepada orang lain dan memelihara agar ilmu itu tetap bermanfaat bagi orang tersebut. Dilihat dari definisi kata saja kita bisa paham bahwa "mendidik" merupakan suatu proses yang panjang dan membutuhkan pribadi yang telaten dalam melaksanakannya. Karena peserta didik adalah individu-individu yang nantinya akan berperan dalam kehidupan pribadi dan sosialnya bahkan profesinya. Bahkan dalam sebuah lagu yang selalu diajarkan pada saya saat sekolah dulu yaitu guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, pelita dalam kegelapan, embun penyejuk dalam kehausan.  Dalam proses pendidikan tentunya tidak akan berjalan semulus yang kita bayangkan. banyak pihak yang berperan disana. Kita hanya melihat seorang guru datang ke kelas dan mengajar murid-muridnya, namun bukan proses dibalik semua tampilan itu. Kita jarang memperhatikan bahwa malam ha…
Postingan terbaru

Karena manusia itu bukan robot

Ada yang sudah pernah belum baca arikel ini "karena kita semua pernah menggambar dua gunung dengan matahari dan sawah bagaimana sekolah membunuh bakat kreatif kita?". Mungkin ada yang langsung terdiam atau bahkan marah dengan sistem pendidikan atau miris melihat kenyataan yang ada??? Saya juga termasuk orang yang terusik saat membaca artikel ini. Rasanya sangat tidak nyaman mengetahui fakta kelam pendidikan di Indonesia. 

Saya akan mulai dengan beberapa nilai-nilai. Kreativitas , bakat, moral, perilaku terpuji tidak bisa disamakan dengan bongkahan lilin atau satu kotak lego yang bisa dibentuk sesuka hati oleh pembuatnya. Manusia sudah dianugerahi berbagai bakat, kreativitas, dan moral yang berbeda-beda. Memang benar ada guru yang kaku

Pilih jadi penggerutu atau pecinta???

Pernahkah kita membaca lagi berulang-ulang kalimat yang akan diposting di media sosial? atau sekedar mengecek ulang komentar-komentar yang dilontarkan pada orang lain melaui media sosial? Bahagiakah kita setelah mempublikasikan sisi jelek orang lain di Media?
Terkadang banyak sekali ide atau masalah yang menggelitik kita untuk berkomentar. Banyak cerita yang membuat kita terpicu untuk berpendapat. Nah, tempat yang paling aman dan memiliki jejaring yang luas yaitu sosial media. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, sosial media menganut azas kebebasan dalam berkomentar. Karena mungkin pada

Baca doank kok sebel ?

Pernah ngak sih merasa bosan, BETE atau jengkel saat membaca postingan orang lain di sosial media? Kok lama-lama kalau baca status di timeline bikin kesel ya? Ngak bisa apa orang ngomong langsung aja? Ngak usah ngomel-ngomel kali di sosial media, bosen tau bacanya. Dasar anak alay, status kok galau. Bla… Bla… Bla…
Terkadang kita ikut terbawa merasakan emosi penulis postingan saat berselancar di sosial media. Namun sebelum kita bahas KENAPA? Mari kita teliti lagi "apa sih sosial media itu?". Pertama media adalah salah satu alat komunikasi yang sangat universal. Misalnya manusia menggunakan media bahasa untuk berkomunikasi dengan sesamanya, seorang pelukis dengan media kanvas untuk menyampaikan lukisannya atau wartawan dengan media tulisan menyampaikan berita atau isi pikirannya. Nah, sosial media merupakan media yang digunakan untuk

Apa kau mau jadi pemenang?

Hidup itu bagai balap motor atau bisa juga lomba lari jarak jauh, yang cepat akan bersama yang cepat dan yang selow akan bersama yang selow,,
Semuanya yang ada dalam kehidupan adalah pilihan.  Bagi yang cepat akan sampai duluan

Ekspresi Emosi

Emosi yang telah kita bahas sebelumnya memang menuntut seseorang untuk mengekspresikannya. Namun tentunya tidak semua orang mampu untuk mengekspresikan kemarahan atau kesedihannya. Bahkan ada yang kurang mampu mengungkapkan rasa bahagia yang ia rasakan. Banyak hal yang mempengaruhi seseorang dalam mengekspresikan emosi yang dirasakan.  Budaya merupakan salah satu hal yang mempengaruhi

Relaksasi Sederhana

Jika kita perhatikan anak-anak terutama bayi maka akan jelas bahwa mereka menggunakan pernafasan perut. Seiring pertambahan usia, manusia akan menemui banyak hal yang tentunya menimbulkan beban yang lebih berat daripada beban hidup diusia kanak-kanak.
Hal ini yang menjadikan individu dewasa lebih sering